Kerja Sama LPDP–Universitas Lambung Mangkurat melalui Program BESTARI SAINTEK untuk Penguatan Kesiapsiagaan Kebakaran Lahan Gambut

Inisiatif Inovatif Pencegahan Kebakaran Berbasis Masyarakat

Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah gambut, telah dilaksanakan pengajuan kerja sama LPDP dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Proposal Program BESTARI SAINTEK berjudul “SMART FIRE EARLY WARNING SYSTEM (SFEWS): A Community-Driven Approach to Strengthen Disaster Preparedness and Sustainable Livelihoods in Peatland Areas”.

Kegiatan pengajuan kerja sama ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam pengembangan inovasi teknologi kebencanaan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Program BESTARI SAINTEK dan Peran LPDP

Program BESTARI SAINTEK merupakan skema pendanaan riset dan pengabdian berbasis sains dan teknologi yang bertujuan mendorong lahirnya solusi inovatif atas permasalahan strategis nasional. Melalui dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program ini diharapkan mampu menjembatani kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Universitas Lambung Mangkurat, sebagai perguruan tinggi unggulan di Kalimantan Selatan, mengajukan proposal ini dengan fokus pada mitigasi kebakaran lahan gambut yang selama ini menjadi tantangan serius di wilayah Kalimantan.

Smart Fire Early Warning System (SFEWS)

Program Smart Fire Early Warning System (SFEWS) dirancang sebagai sistem peringatan dini kebakaran yang mengintegrasikan teknologi, data lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan ini menekankan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga berbasis komunitas.

Ruang lingkup program SFEWS meliputi:

  • Pengembangan sistem peringatan dini kebakaran lahan gambut
  • Pemanfaatan data cuaca, kelembapan gambut, dan indikator lingkungan
  • Peningkatan kapasitas masyarakat dalam deteksi dini dan respons awal
  • Penguatan kelembagaan lokal dalam pengelolaan risiko kebakaran
  • Dukungan terhadap penghidupan berkelanjutan masyarakat di kawasan gambut

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga subjek utama dalam pengurangan risiko bencana.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah

Pengajuan kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Universitas Lambung Mangkurat, LPDP, dan pemerintah daerah, termasuk BPBD, dalam mendukung kebijakan mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan memandang program ini sebagai langkah strategis untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan kebakaran.

Harapan dan Dampak Program

Dengan terealisasinya kerja sama ini, diharapkan:

  • Terwujud sistem peringatan dini kebakaran yang adaptif dan berkelanjutan
  • Meningkatnya kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat di kawasan gambut
  • Berkurangnya risiko dan dampak kebakaran lahan gambut
  • Terbangunnya model pengelolaan bencana yang dapat direplikasi di daerah lain

Program SFEWS diharapkan menjadi contoh praktik baik kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan bencana berbasis lingkungan.

Penutup

Pengajuan kerja sama LPDP–Universitas Lambung Mangkurat melalui Program BESTARI SAINTEK menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong inovasi kebencanaan di Kalimantan Selatan. Dengan mengedepankan teknologi dan partisipasi masyarakat, program Smart Fire Early Warning System (SFEWS) diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan bencana sekaligus mendukung keberlanjutan penghidupan masyarakat di kawasan gambut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top