You are currently viewing Rapat Koordinasi Kesiapan Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan Tahun 2024

Rapat Koordinasi Kesiapan Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan Tahun 2024

Rabu (22/5) Polda Kalimantan Selatan menyelenggarakan rapat koordinasi kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Monitoring Center Polda Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Rapat ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk menghadapi ancaman karhutla yang kerap melanda wilayah Kalimantan Selatan, terutama saat musim kemarau.

Peserta dan Tujuan Rapat

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Korem 101/Antasari Banjarmasin, Pangkalan TNI AU Lanud Syamsuddin Noor, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Manggala Agni Daerah Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, dan PT. Angkasa Pura I (Persero) Kalsel. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam menangani karhutla secara efektif dan efisien.

Kapolda Kalimantan Selatan, dalam sambutannya menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama yang solid antar lembaga. “Kita harus memastikan bahwa setiap pihak siap dan mampu berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Sinergi yang baik adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan ini,” ujarnya.

Poin Penting yang Dibahas

Beberapa agenda utama yang dibahas dalam rapat ini meliputi:

  1. Pemetaan Daerah Rawan Karhutla: Identifikasi dan pemetaan wilayah-wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan untuk memfokuskan upaya pencegahan dan pengawasan.
  2. Kesiapan Sumber Daya dan Peralatan: Evaluasi terhadap kesiapan personel, peralatan pemadam kebakaran, dan sarana pendukung lainnya. Ditekankan pula perlunya pelatihan intensif bagi tim pemadam dan relawan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan.
  3. Sistem Deteksi Dini: Penguatan sistem monitoring dan deteksi dini untuk mengantisipasi titik-titik api sebelum meluas. Monitoring Center Polda Kalimantan Selatan akan berperan sebagai pusat kendali dan koordinasi dalam sistem ini.
  4. Edukasi dan Sosialisasi: Peningkatan kesadaran masyarakat melalui kampanye dan sosialisasi tentang bahaya karhutla dan cara pencegahannya. Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan berperan penting dalam menjalankan program edukasi ini.
  5. Penegakan Hukum: Tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Polda Kalimantan Selatan, bersama dengan Korem 101/Antasari dan TNI AU, akan memastikan bahwa proses hukum berjalan cepat dan transparan untuk memberikan efek jera.

Komitmen Bersama

Komandan Korem 101/Antasari, menyatakan bahwa TNI siap mendukung penuh setiap upaya pencegahan dan penanganan karhutla. “Kami siap mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu pemadaman serta mendukung langkah-langkah preventif,” katanya.

Komandan Lanud Syamsuddin Noor, menambahkan bahwa TNI AU akan membantu dalam patroli udara untuk mendeteksi dan memantau titik api. “Dengan patroli udara, kita dapat dengan cepat mengetahui lokasi kebakaran dan mengambil tindakan segera,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan, menekankan pentingnya peran perusahaan perkebunan dalam upaya pencegahan karhutla. “Perusahaan harus aktif dalam menyediakan sarana pemadam kebakaran dan mematuhi regulasi yang ada untuk mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Dengan rapat koordinasi ini, diharapkan Kalimantan Selatan lebih siap dalam menghadapi musim kemarau yang seringkali memicu karhutla. Sinergi antara pemerintah, TNI, dinas terkait, dan sektor swasta menjadi fondasi utama dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang efektif.

Diharapkan langkah-langkah yang telah dirumuskan dalam rapat koordinasi ini dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga dampak negatif dari kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir, menjaga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas perekonomian daerah.